Senin, 09 November 2009

Manfaat Facebook

facebook "Online2x" begitu bunyi iklan Sarkoji untuk sebuah operator selular. Akhir-akhir ini beberapa operator seluler bertarung habis-habisan dengan mengklaim harga paling murah untuk tarif online pada penggunaan akses internet di handphone. Maraknya iklan-iklan ini tak lepas dengan fenomena pengguna facebook diindonesia. Karena dengan facebook orang mudah berinteraksi dengan puluh orang bahkan jutaan orang dalam satu waktu seperti mengutip data dari inilah dot com "Facebook RI adalah terbesar ketujuh di dunia dengan 8,52 juta user. Dari jumlah itu, sebanyak 8,23 juta user ternyata baru bergabung dalam 12 bulan terakhir", hal ini terjadi dikarenakan facebook bersifat mutual akun,yaitu facebook akan menginformasikan akun-akun yang ada di akun seseorang, tak heran jika kita bisa terhubung dengan teman lama yang tak pernah bertemu. Bahkan facebook bisa digunakan untuk aktifitas komunitas, dari yang bersifat keluarga sampai yang tak kalah keren adalah facebook bisa digunakan untuk perang opini politik seperti komunitas pendukung Bibit dan Chandra, yang disebut-sebut korban "kriminalisasi" KPK pada episode CICAK VS BUAYA.

Terakhir facebook juga bisa digunakan untuk mengundang temen-temen untuk hadir pada acara tertentu seperti perkawinan, seminar sampai dengan demo massal, dan kehadirannya pun bisa diketahui karena ada fasilitas konfirmasi kehadiran pada facebook. Luar biasa.Dari segi updatenya-pun facebook setiap saat dapat dilihat. Makanya tak heran ada orang yang jika satu jam saja tidak update rasanya ada yang kurang. Namun dari uraian berbagai manfaat yang dapat dari facebook, ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penggunakan - Bersambung.[Opiniku/Abe]

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 07 November 2009

Memaksimalkan Waktu

123rf_Phillip_Devannde_Claimbing “Barang siapa yang memelihara ketaatan kepada Allah SWT dimasa muda dan masa kuatnya, maka Allah akan memelihara kekuatannya di saat tua dan di saat kekuatannya melemah. Ia akan diberi kekuatan pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir dan kekuatan akal”(Ibdu Rajab)

Tak terasa waktu terus bergulir, umurpun terus berkurang, dulu merasakah begitu indahnya masa kecil, namun saat ini bagaimana membahagiakan masa kecil sang mutiara hati, Muthi`ah Adlina(6 Thn), Harits Abdurrahman(4 thn) dan Atikah Juharoh Nafiesah(1 thn). Mengevaluasi perjalanan hidup, ternyata masih banyak kekurangan dan sedikit prestasi khususnya prestasi bagaimana seorang hamba mengabdi kepada sang pencipta, Allah SWT. Kenapa kok bisa kurang ? terang saja, dapat saya rasakan ternyata dominasi pikiran adalah dunia dan dunia, hal ini dikarenakan kurangnya interaksi kita kepada-Nya. Selalu jika ada kesempatan Ibadah tiba, pikiran berkata “ waduh pekerjaan belum kelar nich, nanti saja”, dan sholatpun tertunda, begitu seterusnya. Dan ternyata Allah masih sayang sama saya, Selalu menegur dan memperingatkan dengan berbagai peristiwa, hal ini tak lain adalah untuk mengarahkan pikiran saya selalu dekat dengannnya. Sesungguhnya manusia adalah aktor, sang sutradara adalah Allah SWT, maka perbanyaklah berinterksi dengan kebaikan, agar Allah memudahkan kita mendapatkan kesuksesan dunia dan diakhirat kelak.(Motivasi/Abe)

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 08 Februari 2008

Tips Menghafal Al-Quran

Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Qur'an dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Qur'an (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya :

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.
Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Qur'an hanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Qur'an dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.

2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.
Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Qur'an. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Qur'an maka dia akan mendapatkannya.

3. Membenarkan ucapan dan bacaan.
Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qur'annya atau dari orang yang hafal Al-Qur'an. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Qur'an dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali.
Para shahabat radliallahu 'anhum juga belajar Al-Qur'an dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Qur'an untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Qur'an dan tajwidnya.

4. Membuat target hafalan setiap hari.
Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

5. Membaguskan hafalan.
Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.

6. Menghafal dengan satu mushaf.
Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar. Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.Bila orang yang menghafal Al-Qur'an itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.

7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.
Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Qur'an adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Qur'an untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar.
Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Qur'an.

8. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.
Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.

9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).
Orang yang menghafal Al-Qur'an tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.
Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

10. Selalu menjaga hafalan dengan muraja'ah.
Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Jagalah benar-benar Al-Qur'an ini, demi yang jiwaku berada di TanganNya, Al-Qur'an lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya." Maka seorang yang menghafal Al-Qur'an bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Qur'an terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan : "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan : "Aku dilupakan."

11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.
Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.

12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.
Ada baiknya penghafal Al-Qur'an menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan. Berapa banyak penghafal Al-Qur'an yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Qur'an tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.

13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.
Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua. Pepatah mengatakan : Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.

***

HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Qur'an maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.

Diantaranya :
1. Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Qur'an dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Qur'an kepada orang lain.
3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.
4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.

Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu a'lam bishawwab.

Referensi : "Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?"
(Penulis : Muthiah Syamsi KotaSantri.com)

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 06 Februari 2008

Muslim Kaya dan Berderma

Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang kami beri rejeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian rejeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama ? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. An Nahl:75)

Ayat ini merupakan sebuah sumber inspirasi bagi muslim. Inspirasi yang membuat hidupnya kian bermakna. Hidup bahagia di dunia dan berjaya di akhirat.

Bukanlah penghalang bagi seorang muslim untuk bercita-cita menguasai harta. Yang dengannya, ia dapat banyak berinfak, berderma dan berjuang di jalan Allah Swt.

Dengan harta tersebut ia membeli keridhaan Allah. Mendapatkan surga-Nya! Bukannya menjadi budak harta yang terpedaya lalu jauh dari rahmat sebab khawatir harta akan berakhir.

Khalifah Umar pernah berkata, “Andai kebaikanku tidak akan berkurang, niscaya aku akan hidup mewah seperti kalian. Aku dengar firman Allah Swt yang mencela suatu kaum, “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya.” (QS. Al Ahqâf[46]:20)

Manusia yang tidak mengerti bagaimana memanfaatkan harta akan hidup tercela. Namun muslim kaya dan bisa menggunakannya di jalan Allah, itulah yang hidup terpuji.

Sebuah hadits dari Abu Hurairah menguatkan pendapat ini. “Tersebutlah seorang pria datang menemui Rasulullah Saw dan berkata, ‘Wahai Rasul, sedekah apa yang paling besar pahalanya?’ Rasulullah Saw menjawab, ‘Kamu bersedekah saat kamu sehat dan kikir lagi takut akan kefakiran serta saat kamu berharap akan menjadi kaya dan tidak ingin bersedekah kecuali bila nafas sampai di tenggorokan.’”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menggambarkan seorang muslim kaya yang suka berderma amatlah terpuji sebab ia mendapatkan pahala sedekah yang terbesar di sisi Tuhannya.

Selayaknya setiap muslim mengerti bahwa harta itu pastilah habis. Habis bila digunakan untuk tujuan duniawi semata. Namun harta tersebut akan berkembang bila ia gunakan di jalan Allah Swt, seperti sedekah salah satunya.
Sabda Rasulullah Saw, “Anak keturunan Adam berkata, ‘hartaku, hartaku!’Bukankah hartamu itu adalah yang kau makan sehingga habis tak tersisa, atau yang kau gunakan sehingga buras tak berwujud, atau yang kau sedekahkan dan terus berkembang?”

Itulah gambaran penggunaan harta yang diberikan tauladan kita. Harta habis sebab dunia, namun abadi sebab niat akhirat. Maka mulai kini kita azamkan dalam hati, agar menjadi muslim kaya yang suka memberi.(Oleh : Ust. Bobby Herwibowo, Lc
Sumber:tabungwakaf.com)

Link Bisnis :
Cari Lemburan 200ribu/hari

[+/-] Selengkapnya...

Memanfaatkan Kekuatan Fokus

Exxon Mobil Corporation. Dengan jumlah karyawan melampaui angka 100.000, dengan pendapatan US$ 200 miliar, serta daerah operasi yang mencakup 140 negara, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan multinasional terbesar di dunia. Siapa saja pimpinan di balik perusahaan minyak raksasa ini? Salah satunya adalah Lucio A Noto, mantan CEO Mobil Corporation (sebelum merger dengan Exxon), dan Vice President Exxon Mobil Corporation. Banyak rahasia sukses yang bisa kita teladani dari Lou (nama singkat dari Lucio) Noto, tiga diantaranya dapat Anda baca berikut ini.

Fokus pada Kekuatan
Setiap orang punya kekuatan dan kelemahan. Seorang pebisnis perlu mengenal kekuatan dan kelemahannya. Jika ia sudah berhasil mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, langkah selanjutnya adalah memfokuskan segala energi, waktu dan sumber daya pada kekuatannya. Dengan demikian ia tidak akan menyianyiakan waktu berjuang melakukan yang ia kurang kuasai.
Noto berpendapat bahwa untuk membangun bisnis yang kuat, Mobil perlu fokus pada bisnis yang menjadi kekuatannya (bahan bakar) dan memangkas bisnis lain yang bukan merupakan kekuatannya.

Fokus pada Pelanggan
Pada mulanya, Noto dan perusahaan menganggap bahwa pelanggan yang mengisi bensin di pompan bensin yang dikelola oleh Mobil sering juga mampir untuk membeli keperluannya (misalnya, makanan ringkas untuk sarapan atau makan malam untuk dijalan, permen, tissue). Karena itu, Mobil menyediakan pasar swalayan kecil dengan menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan yang bermerek “Mobil” untuk menunjukkan bahwa barang-barang tersebut dibeli di area pompa bensin “Mobil”.
Tetapi, ternyata pelanggan tidak suka jika “makanan” ataupun “minuman” mereka diberi merek “Mobil”. Mereka ingin agar makanan dan minuman yang mereka beli berasal dari “merek” makanan dan minuman yang mereka kenal, bukan merek “Mobil” yang adalah merek bahan bakar. Masukan dari pelanggan ini ditanggapi positif oleh Mobil, sehingga merekapun akhirnya memasok makanan dan minuman dari merek-merek yang memang disukai pelanggan. Hasilnya? Pelanggan semakin cinta untuk “mampir” di area pompa bensin yang dikelola oleh Mobil.

Fokus pada “Calculated Risks”
Selain itu, Lou Noto berpendapat bahwa perubahan itu penting bagi sebuah usaha. Tanpa perubahan, tak akan ada kemajuan. Bahkan jika perlu, perusahaan perlu berani mengambil “calculated risks” (risiko yang telah diperhitungkan). Lou lebih suka jika seorang karyawan membuat perusahaan rugi US$ 100 karena menginvestasikan nilai ini untuk mendapatkan US$ 500.
Namun karyawan ini juga memikirkan cara lain untuk mendapatkan US$ 500, dari pada karyawan yang mendapatkan US$ 105 atau US$ 110 tanpa keberanian mengambil risiko sama sekali. Orang yang berani mengambil “calculated risks” adalah orang yang tidak takut pada perubahan untuk maju. Orang-orang inilah yang menurut Lou Noto dapat mempertahankan keunggulan perusahaan.
Sudahkan Anda memanfaatkan kekuatan fokus dalam bisnis yang Anda tekuni? Selamat mencoba.(Oleh Lucio A Noto, sumber:sinarharapan)

Link Bisnis :
Cari Lemburan 200ribu/hari

[+/-] Selengkapnya...